Langkah Menghadapi Krisis Perusahaan Bila Merek Dagang Melemah

Posted on

Suatu Perusahaan  berkembang serta memiliki nama besar, memang tidak dapat lepas dari sebuah krisis. Krisis yang pada Perusahaan dapat jadi batu sandungan yang sering kali menjadikan perusahaan ini gulung tikar, atau dapat juga krisis ini berperan sebagai batu loncatan untuk perusahaan agar menjadi lebih baik lagi, jika perusahaan tersebut sanggup menghadapi krisis yang tengah terjadi. Seperti apa cara mengatasi krisis di perusahaan? Berikut penjabarannya. Krisis merupakan sebuah malapetaka yang bisa terjadi secara alami ataupun yang menjadi hasil dari kesalahan, intervensi, dan bahkan niat jahat manusia. Krisis bisa membunuh kredibilitas ataupun reputasi perusahaan. Sebuah krisis umumnya mempunyai pengaruh keuangan aktual ataupun potensial yang besar di suatu perusahaan, dan umumnya memengaruhi tidak sedikit konstituensi di dalam lebih dari 1 pasar.

Merek Dagang

Admin situs pendaftaran merek dagang ini mengatakan jika sesungguhnya merek dagang itu sangat penting adanya dan apabila merek dagang yang sekaligus brand atau ciri khas dari produk yang kita jual mengalami krisis maka tidak ada jalan selain memperbaiki citra merek itu sendiri. Bila anda memiliki masalah dengan merek dagang anda maka sangat saya anjurkan untuk segera menghubungi situs bersangkutan melalui url: https://www.patendo.com/hubungi-kami/ dan Tiap perusahaan harus membangun sebuah tim manajemen kritis yang permanen. Struktur tim boleh dari organisasi yang berlainan ataupun organisasi yang lainya. Suatu tim manajemen krisis umumnya terhimpun dari seorang direktur, manajer humas, manajer operasional, staff keamanan serta pejabat personalia. Tiap anggota wajib siap sedia membuat tindakan-tindakan untuk melakukan pencegahan krisis di perusahaan. Manajemen krisis membedakan kondisi krisis sebagai prakrisis serta krisis. Kondisi pra krisis yaitu situasi yang tenang serta stabil, tanpa adanya tanda-tanda bakal timbulnya krisis. Kondisi krisis dirinci didalam tahap-tahap peringatan (warning), akut, kronik, serta pengakhiran (resolution).

Jenis-jenis serta Tahapan Krisis

Terdapat 5 tipe tahapan krisis menurut Firsan Nova di dalam bukunya ”Crisis Public relations: Seperti apa PR Menangani Krisis Perusahaan” (2009: 109 – 111), diantaranya:

  1. Tipe Tahapan Jelang Krisis (Pra Krisis): Merupakan situasi sebelum kemunculan sebuah krisis, tapi tanda-tanda krisis sudah mulai tampak hingga bila terjadi satu kekeliruan kecil saja, lalu krisis bakal bisa terjadi.
  2. Tipe Tahapan Peringatan: Adalah salah satu tahapan yang sangat penting di dalam daur hidup krisis, sebab didalamnya, sebuah masalah untuk pertama kali sudah dikenal, dipecahkan, kemudian diakhiri selamanya ataupun dibiarkan tumbuh menuju ke kerusakan yang komprehensif.
  3. Tipe Tahapan Krisis Akut: Di tahapan ini krisis umumnya mulai terbentuk, umumnya ditandai dengan media serta publik telah memperoleh informasi mengenai terjadinya krisis ataupun masalah. Di tahapan ini, umumnya perusahaan tidak tinggal diam serta mulai melaksanakan tindakan, sebab sudah mulai memunculkan kerugian kepada perusahaan.
  4. Tipe Tahapan Pembersihan: Tahapan ini adalah pemulihan perusahaan dari seluruh kerugian. Entah itu menyelamatkan apa pun yang bersisa, eksistensi, citra perusahaan, performa, serta lini produksi
  5. Tipe Tahapan Sesudah Krisis: Di tahap ini ditandai ketika perusahaan untuk mendapatkan lagi kepercayaan publik serta bisa beroperasi lagi dengan normal maka secara formal, fase ini dikatakan krisis sudah berakhir.

Cara kerja yang perlu dilaksanakan oleh Public Relations Perusahaan untuk menghadapi krisis yang tengah terjadi di Perusahaan ialah sebagai berikut :

  1. Penemuan Fakta (Fact Finding): Penemuan fakta dilaksanakan untuk memperoleh informasi apakah kondisi serta opini di dalam masyarakat menunjang atau malah menghambat aktivitas organisasi, instansi, ataupun perusahaan. Di dalam tahap penemuan fakta ini, seorang Public Relations harus mengumpulkan segala macam data untuk diolah sebagai informasi dengan mempertimbangkan beragam kasus yang berkaitan dengan organisasi ataupun perusahaannya.
  2. Perencanaan: Perencanaan atau planning adalah bagian vital di dalam usaha mendapatkan public opinion yang menguntungkan. Rencana ini adalah bidang yang lumayan penting, sebab mengaitkan aktivitas komunikasi dan kepentingan serta organisasi atau perusahaan.Di dalam fase ini petugas Public Relations harus sekali tahu tujuan-tujuan serta cita-cita organisasi ataupun perusahaannya dan musti memiliki keahlian untuk menyatukan beragam masalah sosial, politik, serta ekonomi dengan problem manajemen, ataupun marketing bila perusahaannya bekerja di dalam bidang penjualan barang atau jasa.
  3. Komunikasi (Communication): Tahapan komunikasi tidak lepas dari rencana mengenai seperti apa mengkomunikasikan serta apa yang harus dikomunikasikan. Seperti apa mengkomunikasikan sesuatu serta apakah yang dikomunikasikan, sebetulnya tidak lepas dari tujuan yang ingin diperoleh melewati praktek public relations. Aktivitas komunikasi perusahaan bisa berupa lisan, tertulis, visual, ataupun dengan memakai lambang-lambang tersendiri.
  4. Evaluasi (Evaluation): Usai komunikasi dilakukan, maka suatu organisasi ataupun perusahaan jelas ingin tahu dampak ataupun pengaruhnya kepada public ataupun khalayak. Hal ini dilaksanakan lewat evaluasi.
  5. Sesegera mungkin untuk Antisipasi Krisis Sejak Awal

Itulah 4 tips-tips menghadapi krisis di perusahaan. Mudah-mudahan artikel ini cukup dijadikan sebagai acuan yang baik untuk melakukan pencegahan serta mengatasi krisis yang ada di sebuah perusahaan. Baca info selanjutnya disini untuk info cara dan syarat pendaftaran merek dagan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *